Sudut Pandang

Seringkali kita membaca komentar-komentar di media sosial tentang sesuatu yang terjadi. Peristiwa yang terjadi dibelahan bumi manapun dapat dengan cepat tersebar ke media media online dengan bantuan internet. Setiap peristiwa seringkali ditanggapi oleh banyak orang dengan latar belakang beragam, dengan keberpihakan masing-masing. Ada yang mati-matian membela subjek berita, jika diberitakan negatif. Ada yang menyerang habis-habisan jika subjek beritanya orang atau hal yang dibenci. Istilah followers, haters sering dijumpai pada medsos seperti facebook, twiter dan lain lain.

Adalah ‘wajar’melihat atau membaca fenomena tersebut. Kekuatan media dalam mempengaruhi opini publik tidak dapat dibatasi. Media pun semakin lihai dalam memainkan emosi masyarakat yang beragam, dengan gaya bahasa yang cerdik. Apalagi memang ada sebagian masyarakat yang bersumbu pendek. Gampang meledak-ledak. Semua ini dapat dilihat setidaknya menjelang Pilpres yang lalu. Perang opini dan fakta menghiasi media setiap hari. Para followers selalu memposting berita yang menjelekkan calon lawan. Para haters selalu menyerang dengan komentar-komentar pedas. Sungguh hari-hari yang sangat membosankan, terutama bagi golput seperti saya ini. Bahkan sampai saat ini pun, perang sudut pandang selalu terpampang dalam wall facebook kita, dalam masalah apapun, baik pilkada, pemahaman agama, maupun sekedar hobi.

Setiap orang memiliki sudut pandang masing-masing. Ya, sudut pandang. Dalam matematika, sudut didefinisikan sebagai bidang diantara dua garis yang bertemu pada satu titik. Dan di matematika juga dikenal adanya sudut positif dan sudut negatif. Jika garis dirotasikan diatas bujur berlawanan arah jarum jam, maka disebut sudut positif. Sebaliknya jika dirotasikan searah jarum jam akan berada dibawah garis bujur dan dinamakan sudut negatif. Ternyata sudut pun bisa dilihat secara positif atau negatif. Sudut itu mulai dari 0 – 360 derajat. Besarnya sudut tergantung dari seberapa jauh garis itu dirotasikan. Sudut pandang adalah bagaimana kita memposisikan diri dalam suatu peristiwa. Latar belakang pendidikan, pergaulan, pengalaman dan lingkungan akan sangat berpengaruh. Fanatisme terhadap sesuatu juga menjadi komponen penting dalam sudut pandang. Goodwill atau nama baik subjek juga sangat mempengaruhi sudut pandang kita. Gabungan fanatisme dan goodwill akan menghasilkan sudut pandang yang cenderung monoton. Bisa selalu memihak, atau sebaliknya selalu menolak. Contohnya gampang, setiap berita tentang Pak Ahok dan Pak Jokowi, akan selalu menghadirkan cerita-cerita tentang bagaimana pengaruh fanatisme dan goodwill itu dalam setiap komentar yang kita baca. Nyaris tidak ada ruang untuk introspeksi, karena masing-masing pihak bersikukuh dengan sudut pandangnya. Para followers dan haters akan selalu memposting sesuatu yang saling menyerang. Hampir tidak ada yang bersikap egaliter dalam hal ini. Kalaupun ada berita negatif tentang Subjek yang diidolakan, cukuplah itu menjadi pengetahuan pribadi. Namun jika ada berita negatif tentang subjek yang ‘dibenci’, akan serta merta dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya segera diposting di wall facebooknya, atau dicuitkan dalam akun twiternya. Hahahaha, sungguh menjadi hiburan tersendiri bagi saya, walaupun saat pilpres terasa menjenuhkan.

Namanya juga sudut, mulai dari 0 sampai 360 derajat, ada sudut positif dan sudut negatif, semua tergantung kita yang memiliki. Saya yakin setiap peristiwa pasti ada negatif dan positifnya. Yang mana akan kita sampaikan dalam media sosial itu semua tergantung pada kita sendiri. Tergantung suasana hati, mood. Subjektivitas sulit dihindari, namun objektivitas juga jangan dihilangkan. Jangan melihat aquarium dengan kacamata merah, agar semua ikan tidak berwarna merah. Namun siapa yang bisa menjamin? Semua terserah pemilik sudut pandang. Semua terserah yang punya kepala dan isi kepala. Bahkan aturan hate speech pun seperti angin lalu. Media sosial tidak memiliki sensor apapun. Kita nyaris bisa posting apapun, bisa komentar apapun, selama akun kita tidak dilaporkan oleh pengguna lain.

Jadi, berapa besar sudut yang bisa anda pandang?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s