Bosan

Bosan bisa menerpa siapa saja. Setiap orang pasti pernah mengalami kebosanan. Entah bosan terhadap rutinitas yang dilakukan setiap hari, dengan irama yang hampir sama, bahkan persis sama. Bosan dengan situasi dan kondisi lingkungan sekitar yang monoton, begitu-begitu saja. Nyaris tanpa interlude. Apa saja bisa menjadi alasan seseorang untuk menjadi bosan atau menjadi orang yang membosankan. Bosan dengan kondisi politik negara ini yang ‘monoton’, yang kesemrawutannya seolah akan abadi. Lebih tepatnya perilaku sebagian manusia di negeri ini. Semua orang menjadi politikus. Setiap orang menjadi komentator. Semua orang terasa begitu membosankan saat-saat ini. Mungkin saya pun menjadi orang yang membosankan.

Apa saja yang terjadi di negeri ini setiap hari selalu menjadi komoditas medsos, menjadi bahan untuk mengisi dinding-dinding status netizen. Bersliweran setiap saat. Media seperti tidak pernah kekurangan berita yang menghebohkan. Mereka patut berterima kasih kepada aktor-aktor dadakan yang menjadi pemeran dalam setiap sinetron politik yang terjadi. Media saat ini nyaris tidak perlu mencari berita, karena berita seperti datang sendiri, meminta untuk diliput, disiarkan, diviralkan. Aktor-aktor itu yang berlomba-lomba mencari media untuk tampil, untuk mencari panggung. Mungkin para wartawan saat ini cukup duduk manis sambil minum kopi atau teh di teras rumahnya, sambil menunggu lakon-lakon apa yang akan menghampirinya. Bang Karni Ilyas pun cukup menunggu santai di rumahnya, karena peristiwa demi peristiwa yang menjadi topik acara ILC-nya malah mengantri untuk ditampilkan. Badut-badut jaman sekarang yang ngomong sembarangan di televisi, media, di atas mimbar, sangat mudah ditemukan. Sepertinya lagu Badut karya grup musik Swami masih relevan dinikmati saat ini.

Tidak kurang heboh bagaimana reaksi netizen atau warganet menghadapi setiap berita yang ada. Baik berita seputar Capres/Cawapres, agama, apalagi agama Capres/Cawapres. Apapun yang dilakukan oleh pasangan Capres/Cawapres tidak luput dari pantauan warganet. Mereka mencari atau mencari-cari bahan untuk dijadikan status di medsos. Apalagi jika Capres/Cawapres maupun Timsesnya melakukan blunder. Tidak ada ampun lagi, blunder itu akan menjadi gorengan yang nggak akan ada habisnya oleh pendukung lawan. Netizen ori maupun yang ghoib (buzzer) langsung mengumbar status setiap hari. Komentar, analisis, dan lebih sering status nyinyir, maupun meme-meme pun menjadi santapan. Masing-masing pihak merasa paling benar. Menjadi ‘netral’ pun ternyata cukup sulit. Kadang emosi terbawa oleh status-status nyinyir pendukung kedua belah pihak. Apalagi jika yang melakukan adalah orang-orang yang kita kenal baik, yang menjadi ‘musuh’ karena perbedaan pilihan politik.

Entah sampai kapan kondisi seperti ini akan berakhir. Ada kawan yang mengatakan ini akan berakhir setelah pilpres, namun saya tidak yakin itu terjadi. Siapa pun yang menang pilpres nanti pasti akan selalu dihantui oleh mereka yang kalah. Iya, hantu-hantu pecundang akan selalu menggentayangi pemerintah hasil pilpres, siapa pun itu. Teringat kata-kata dosen saya saat kuliah S2 beberapa tahun yang lalu, bahwa di negara kita ini sebagian orang yang berkompetisi akan menjadi bad loosers. Mereka siap menang namun tidak pernah siap untuk kalah.

Kira-kira, koalisi antar kedua ‘seteru’ itu nantinya di 2024 akankah menjadi titik awal bersatunya kembali dua kutub itu. Bisakah itu terjadi? Kalau pun terjadi, 2024 itu masih lama sekali. Atau memang tidak mungkin disatukan sebagaimana sifat alamiah dari kutub-kutub itu? Dan kita harus ‘menikmati’ masa-masa seperti ini jauh lebih lama lagi? Kalau iya, saya minta ijin sama Mbah Tedjo untuk meminjam kata mutiaranya. JANCUK!!!

 

#Surabaya04012019

Advertisements

2 thoughts on “Bosan

  1. deddymaica says:

    Hwahahaha… betul Mas.. salah satu piknik saya adalah ‘pergi’ dari akun FB untuk sementara.. piknik sebenarnya ntar dijadwal dulu, masih ujan..hahahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s